Sabtu, 16 Juni 2012

'Ronaldo akan cetak gol ke gawang Belanda'


Kiper Portugal, Rui Patricio yakin jika Cristiano Ronaldo akan mencetak gol ke gawang Belanda. Di laga terakhir penyisihan grup, Portugal dipaksa untuk menerima perlawanan alot yang akan ditunjukkan Belanda demi mengejar tiket lolos ke perempat final.

Hingga menjelang pertandingan ketiga, Ronaldo masih belum juga mencetak gol di gelaran Euro 2012. Bahkan di laga sebelumnya melawan Denmark, pemain berusia 27 tahun ini membuang kesempatan emas di depan gawang. Meski begitu, Patricio percaya jika Ronaldo bakal menjadi penentu kemenangan Portugal melawan Belanda.

"Cristiano selalu bermain dengan baik," ucap Patricio kepada situs resmi UEFA. "Segala sesuatunya memang tidak selalu berjalan dengan baik, sama halnya tentang penyelesaian akhir. Tetapi hanya mereka yang bisa bermain di lapangan yang bisa membuang peluang."

"Tetap saja Cristiano bermain dengan sempurna, dia sudah berusaha dengan keras dan saya percaya jika dia akan mencetak gol di laga Minggu (Senin, dini hari) nanti."

Berbicara mengenai Belanda yang menjadi lawan mereka, Patricio mengakui jika Oranje adalah tim yang kuat. Meski begitu, dirinya masih yakin dengan peluang Portugal untuk bisa meraih kemenangan.

"Kami akan bermain dengan cara yang sama ketika kami menghadapi Jerman dan Denmark," imbuh kiper Sporting Lisbon itu. "Kami akan mengeluarkan segenap kemampuan dan kami perlu bermain agresif. Kai harus percaya hingga menit akhir jika kami mampu mengalahkan Belanda."

"Belanda adalah tim yang kuat, dengan pemain sempurna dan juga penyerang hebat. Tujuan utama kami adalah untuk mencapai babak perempat final. Kami tahu jika ini tidak akan mudah, tetapi kami akan mencoba mewujudkannya," pungkas Patricio. (uefa/mac)




Sumber: merdeka | Berita Terbaru

Rabu, 13 Juni 2012

Payung ini bisa dipakai sebagai charger ponsel


Perusahaan telekomunikasi asal Britania Raya, Vodafone, memperkenalkan sebuah gadget canggih terbaru berupa payung yang mampu meningkatkan tangkapan sinyal, mengisi baterai ponsel, dan tentunya melindungi Anda dari siraman air hujan.


Payung canggih ini diberi nama Booster Brolly yang dikembangkan oleh Dr. Kenneth Tong dari University College London. Payung yang memiliki desain kerangka dari serat karbon ini memiliki jahitan sel surya silikon yang berfungsi sebagai charger ponsel saat dibutuhkan.


Seperti yang dilaporkan dari Engadget (14/06), payung Booster Brolly ini bisa mengisi baterai ponsel Anda selama tiga jam melalui gagangnya yang dilengkapi dengan port USB. Sementara bagian atas payung ada sebuah antena yang mampu memperkuat sinyal dalam radius satu meter.


Booster Brolly akan resmi diperkenalkan pada publik pada festival Isle of Wight tanggal 22 Juni mendatang. Sebelumnya, gadget lain yang tak kalah canggih juga pernah dipamerkan oleh desainer Richard Nicoll yang menawarkan sebuah tas cantik yang bisa digunakan sebagai charger ponsel.



Sumber: merdeka | Berita Terbaru

Tangis dua sejoli pascakekalahan Belanda


Di luar dugaan, sebagai salah tim yang difavoritkan timnas Belanda justru harus menelan pil pahit di awal-awal laga Piala Eropa 2012. Dua kali menelan kekalahan.

Tim Oranye kalah tipis 0-1 saat menghadapi Denmark dan kalah 1-2 dari Jerman. Dua kali kekalahan beruntun membuat peluang Belanda tipis lolos ke penyisihan grup.

Kekalahan Belanda membuat fans kecewa. Ratusan suporter yang jauh-jauh datang ke Polandia dua kali pula menelan kekecewaan.

Seperti suporter di bawah ini. Pasangan kekasih ini tak kuasa melihat papan skor saat Belanda kembali bertekuk lutut di hadapan Jerman. Bahkan, kekasihnya menutup mata dengan tangan.





Tetapi kekalahan Belanda tidak serta merta membuat semua suporter Belanda sedih. Pasangan ini tetap menikmati permainan Belanda meski kalah dari Jerman.






Sumber: merdeka | Berita Terbaru

Selasa, 15 Mei 2012

Abramovich berani bayar 200 juta Euro untuk Messi


Pemilik Chelsea Roman Abramovich rupanya masih belum juga menyerah untuk mendapatkan tanda tangan Josep Guardiola. Sudah banyak diketahui bahwa Guardiola adalah pelatih idaman Abramovich untuk Chelsea.

Abramovich sudah menggoda Pep dengan gaji sebesar 12 juta Euro per musim, gaji yang akan menjadikan Pep sebagai pelatih dengan gaji terbesar di dunia. Pep tetap menolak dengan alasan ingin istirahat dari hingar bingar dunia sepakbola selama satu musim penuh.

Dua kali ditolak Pep, Abramovich melancarkan jurus baru untuk merayu sang pelatih. Abramovich berencana membuat deal transfer sensasional dengan memboyong Lionel Messi ke Chelsea.

Menurut media Spanyol El Confidential, Abramovich yakin bahwa Guardiola akan setuju berlabuh di Stamford Bridge jika Messi juga berada di The Blues. Roman Emperor bahkan tidak peduli jika harga Messi mencapai 200 juta Euro.

Messi memang masih sangat betah di Barcelona. Namun dia juga tidak menyembunyikan kekecewaannya ketika tahu Pep akan mundur dari Blaugrana. Hal itulah yang membuat Abramovich yakin bahwa Pep dan Messi akan bisa didapat jika mereka didatangkan secara bersamaan. (tri/hsw)



Sumber: merdeka | Berita Sukhoi

Jumat, 11 Mei 2012

Kagawa merapat ke Old Trafford?


Bek Jerman Mats Hummels mengaku yakin bahwa rekan seklubnya yang tengah diincar Manchester United, Shinji Kagawa, tak akan memperkuat Borussia Dortmund lagi musim depan.

Dengan 28 gol dari 69 penampilan dalam kurun waktu dua tahun bersama Dortmund, Kagawa gencar dikabarkan akan hengkang dari Westfalenstadion.

Gelandang serang 23 tahun tim nasional Jepang itu meningkatan spekulasi seputar masa depannya dengan mengklaim akan hijrah ke United pada akhir musim nanti.

Hummels menilai, keputusan Kagawa untuk menunda perpanjangan kontrak merupakan isyarat kuat perpisahannya dengan sang raja Bundesliga.

"Shinji adalah pemain kelas dunia, tapi jujur saja, saya merasa dia takkan bermain bersama kami lagi musim depan," tutur Hummels pada Bild. "Jika tidak, pasti sekarang dia sudah memperpanjang kontraknya."

"Saya tidak khawatir meski dia harus pergi. Kualitas tim dipastikan tidak berkurang, karena kami akan mendapatkan Marco Reus."

Selain United, dua klub elit Premier League lainnya juga dikabarkan berminat memakai jasa Kagawa, yaitu Arsenal dan Tottenham. (f365/gia)



Sumber: merdeka

Dalam setahun, polisi Jerman hanya tembakkan 85 peluru


Laporan tahunan Kepolisian Jerman menunjukkan para petugas di negara itu tidak gatal menembak. Selama 2011, total hanya ada 85 peluru digunakan buat melumpuhkan penjahat.

Data itu dilansir oleh harian Der Spiegel, Jumat (11/5), dan segera jadi bahan perbincangan media-media seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat. Lebih mencengangkan lagi, dari seluruh tembakan itu, polisi Jerman cuma menewaskan enam orang.

Secara lengkap, kepolisian Jerman pada 2011 melakukan 49 kali tembakan peringatan dan 36 tembakan buat melumpuhkan kriminal. Hasilnya, selain enam orang tewas, ada 15 penjahat cedera.

Prestasi pihak kepolisian dalam hal efektivitas penggunaan senjata api dipuji politikus Jerman. Salah satu anggota Partai Kristen Demokratik (CDU) Lorenz Caffier menilai minimnya polisi menghamburkan peluru merupakan tanda mereka beradab. "Petugas kepolisian kita terbukti bukan preman yang diberi seragam," kata Caffier.

Menanggapi data dari Jerman itu, media-media Amerika langsung memajang kritik buat kepolisian di negara mereka. Harian the Atlantic Wire menyatakan di tajuk rencana hari ini, jumlah 85 peluru polisi Jerman setara peluru yang digunakan buat membekuk penjahat dalam sehari di Negeri Paman Sam itu.

Contohnya, pengejaran polisi terhadap pengendara mabuk di Kota Los Angeles bulan lalu memuntahkan lebih dari 90 peluru. Sepekan sebelumnya, kepolisian New York (NYPD) menembakkan 84 peluru buat menghabisi tersangka pembunuhan. Parahnya si penjahat tetap hidup meski diberondong timah panas, seperti dilaporkan New York Post.

Penggunaan senjata api oleh petugas selalu jadi kontroversi di tiap negara maju. Sejak 2001 hingga tahun ini, lembaga pencatat pelanggaran hak asasi Amnesty International melansir data ada 500 orang dari seluruh dunia yang tewas akibat tembakan petugas keamanan, termasuk di Indonesia.� Singapura dan Swiss adalah negara dengan tingkat kekerasan senjata api terendah di dunia.



Sumber: merdeka

Kamis, 10 Mei 2012

Tupolev dan Yakovlev, pendahulu Sukhoi Superjet 100


Sukhoi Superjet 100, yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, merupakan kebanggaan warga Rusia. Bagaimana tidak, pesawat yang diproduksi Sukhoi Civil Aircraft (UAC) ini adalah pesawat komersil pertama yang berhasil dibuat Rusia pascakeruntuhan Uni Soviet pada 1991.

Rusia pasca-Soviet memang pernah membuat pesawat komersil. Namun semua pesawat komersil Negeri Beruang Merah itu gagal uji kelaikan terbang di level internasional. Sukhoi Superjet 100 inilah satu-satunya yang memperoleh sertifikat internasional.

Sebelum Sukhoi Superjet 100, Rusia dikenal dengan pesawat komersil Tupolev Tu-134 dan Yakovlev Yak-42. Karena dibuat sejak era Soviet, duat pesawat ini kian menua dan kerap mengalami kecelakaan.

Tupolev Tu-134 merupakan pesawat penumpang jet buatan biro desain Tupolev, Rusia. Pesawat ini terbang perdana pada tanggal 29 Juli 1963. Pembuatan pesawat ini diperintahkan oleh Nikita Krushchev, pemimpin Uni Soviet saat itu, untuk menyaingi Sud Aviation Caravelle, pasca kunjungannya ke Paris, Prancis.

Seperti pesawat-pesawat buatan Uni Soviet lainnya, Tu-134 mampu mendarat di landasan kasar (tanah, rerumputan, maupun salju). Sejak 2003, Tu-134 (juga Tu-154) tidak diperbolehkan lagi terbang ke Uni Eropa akibat kebisingan yang tinggi. Namun, beberapa pesawat jenis ini telah dimodifikasi sebagai pesawat pribadi atau jet korporat.

Setelah era Tupolev Tu-134, Rusia juga memiliki Yakovlev Yak-42. Kedua pesawat ini mirip. Bedanya, Tupolev Tu-134 dengan dua mesin jet, sementara Yakovlev Yak-42 tiga mesin jet. Pesawat ini pertama kali diproduksi pada tahun 1980.

Kini generasi muda pesawat komersil negari Lenin itu sedang dirundung masalah karena mengalami kecelakaan di Gunung Salak, Jawa Barat. Sulit memprediksi nasib industri dirgantara Rusia pascakecelakaan ini. Namun, kejayaan Rusia di udara era Soviet, tentu sedang ditunggu dunia.



Sumber: merdeka